Filed Under:  Kab. Bogor

MUI Desak Pemkab Bogor Segera Tutup Hotel Parunk Transit

19th March 2012   ·   0 Comments

Cibinong (KabarPublik) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mendesak pemerintah Kabupaten Bogor segera menutup kegiatan di Hotel Parunk Transit, di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor.

Sikap tegas MUI ini menyusul terungkapkanya kasus pembuatan video porno di Hotel tersebut baru-baru ini.

“Kasus ini bukan yang pertama, sebelumnya ada pasangan bukan suami istri tewas di Hotel Parunk Transit ini. Sekarang muncul lagi kasus baru yakni pembuatan video porno. Untung saja ini bisa diungkap oleh pihak aparat kepolisian“, kata Ketua MUI Kabupaten Bogor KH. Mukri Adji saat ditemui Senin (19/3).

Menurut Mukri, banyaknya kasus tersebut menunjukan bahwa Hotel Parunk Transit ini memang tidak sehat, dan berpotensi merusak moralitas masyarakat kabupaten Bogor.

“Karena itu sikap kami (MUI-red) tegas, yaitu meminta Pemkab Bogor segera menutup Hotel Parunk Transit“ tandasnya.

Terlebih lagi, lanjut Mukri Adji, saat ini Presiden SBY telah membentuk Satgas Anti Pornografi, yang tentunya ini harus disikapi oleh pemerintah daerah secara konkrit. Apalagi pihak pengelola Hotel Transit ini jelas-jelas telah melanggar Perda nomor 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum.

“Ini tentu harus menjadi perhatian serius semua pihak, pemerintah daerah harus segera melakukan upaya-upaya yang konkrit. Bahkan bukan pemerintah daerah saja, kepolisian dan kejaksaan pun harus ikut ambil bagian untuk menciptakan Kabupaten Bogor yang bebas dari maksiat,” tegasnya.

Dia juga menyesalkan jika ada pendapat tidak ditutupnya tempat hiburan malam tersebut lantaran pemerintah daerah tidak ingin investor hengkang dari Kabupaten Bogor.

“ Apa untungnya bagi Kabupaten Bogor, mereka ini tidak membayar pajak hiburan. Sementara dampak dari kegiatan hiburan ditempat tersebut jelas merusak moral masyarakat. Investasi memang penting dalam rangka untuk mendorong pembangunan daerah, tapi investasi yang seperti apa dulu,” tutupnya. (wb)

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets