Filed Under:  Jabar-Banten

Damanhuri: Tingkat Kedispilinan Sopir di Kota Serang Masih Rendah

30th May 2012   ·   0 Comments

Serang Kota (KabarPublik) – Tingkat kedisiplinan para awak angkutan di Kota Serang dinilai masih rendah. Hal itu terlihat dari masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh sopir angkutan.

Salah satu pelanggaran yang sering ditemukan adalah, masih banyaknya sopir yang melanggar ketentuan trayek yang berlaku di Kota Serang. “Masih banyak pelanggaran yang dilakukan sopir angkutan di kota Serang. Padahal mereka sudah seringkali diberikan pemahaman menganai aturan lalu lintas,” kata Kepala Dinas Perhubungkan, Komunikasi dan Informastika Kota Serang Damanhuri Memed, disela acara Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan tingkat Kota Serang Tahun 2012, Rabu (30/5).

Menurutnya, masih ditemukannya sopir yang membandel dimungkinkan pemahaman mereka yang masih kurang mengenai undang-undang no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Bahkan, tidak jarang pihaknya menemukan sopir angkutan yang tidak membawa kelangkapan surat-surat kendaraan ketika berkemudi.

“Hal ini juga berimbas memerlukan tindakan serius dari dinasnya ini maupun dari jajaran kepolisian. Untuk itu Dishubkominfo bekerjasama dengan kepolisian akan terus memberikan pemahaman terhadap para sopir angkutan di Kota Serang,” katanya.

Sekertaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Serang Sarda’i membenarkan, bahwa tingkat kepatuhan sopir di Kota Serang masih rendah. Oleh karenanya selain adanya sanski tegas dari pihak terkait, juga dibutuhkan pembelajaran mengenai aturan-aturan berkendara di jalan raya.

“Setiap aturan yang diberlakukan biasanya harus dibarengi dengan sanksi tegas dari pihak terkait. Sehingga ada rasa jera dari para sopir angkutan,” tuturnya.

Sarda’i menuturkan, saat ini  masih banyak sekali angkutan di Kota Serang yang beroperasi layaknya taksi. Karena pihaknya masih menemukan, angkutan yang beropersasi hingga masuk ke perumahan-perumahan.

“Memang betul angkutan di Serang ini kaya taksi. Soalnya, trayeknya gak jelas, sampe muter-muter ke komplek-komplek. Dan harusnya Dishubkominfo membuat regulasi mengenai hal itu,” pintanya.

Sementara dalam kesempatan ini, sebanyak 15 awak sopir mengikuti seleksi, dan rencananya pemenang ke 1 hingga ke 3 akan dikutsertakan ke tingkat Provinsi Banten. Setelah menang di tingkat provinsi, akan mewakili Banten pada tingkat Nasional.

Namun sejak 3 tahun pemilihan awak kendaraan ini, Kota Serang belum mampu untuk menembus ke tingkat nasional untuk mewakili Banten. | nasrudin

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets