Filed Under:  Headline News, Jabar-Banten

Ketua DPRD Karawang Minta, Pasar Malam di Tugu Dengklok agar Secepatnya Dipindahkan

2nd August 2012   ·   0 Comments

Karawang (KabarPublik) – Ketua DPRD Kabupaten Karawang H Tono Bahtiar SP meminta agar Pemkab Karawang segera menghentikan atau memindahkan kegiatan bazar dan pasar malam di kawasan Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Menurut dia, Tugu Rengasdengklok tak dapat dipisahkan dari peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Apa lagi sehari sebelum proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, pada 16 Agustus 1945, Rengasdengklok tercatat sebagai lokasi penting bagi bangsa Indonesia.

“Keberadaan Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok tidak bisa dipisahkan dari HUT RI setiap 17 Agustus. Kita harus ingat, sehari sebelum kemerdekaan dikumandangkan oleh Proklamator Soekarno-Hatta, Rengasdengklok mempunyai peran penting dalam hal membangkitkan spirit kebangsaan yang memacu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan,” kata Tono kepada KabarPublik melalui telepon seluler, Kamis (2/8) malam.

Oleh karena itu, sebut Tono, keberadaan Tugu Rengasdengklok itu merupakan salah satu bentuk kebanggaan masyarakat Rengasdengklok serta Kabupaten Karawang khususnya, dan secara umum kebanggaan juga bagi masyarakat Indonesia.

Ia mengungkap, Kompleks Tugu Rengasdengklok itu cukup luas. Lahan terkait tugu itu sekitar 2 hektar dan semestinya hal itu dijaga kebersihannya. Kegiatan bazar atau pasar malam Ramadhan sebaiknya mengambil tempat lain karena suasana Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI tahun ini kebetulan berada dalam Ramadhan 1433 H.

“Memang, di kompleks Tugu Kebulatan Tekad tersebut terdapat lapangan, dan ada pula beberapa pendopo. Dalam hal ini, Pemkab Karawang mestinya menjaga kebersihan kawasan Tugu Kebulatan Tekad tersebut, yang  sampai saat ini di sekitar tugu masih berjalan pembangunannya,” sebut dia seraya menyesalkan mengapa pasar malam tersebut memperoleh izin.

Tono menambahkan kalau dirinya merasa kecewa atas izin yang diperoleh pengelola pasar malam. Menurutnya, pemberian izin dari instansi berwenang di bawah Pemerintah Daerah Karawang merupakan suatu bentuk yang kurang menghormati nilai sejarah yang tertuang di lokasi Tugu Rengasdengklok tersebut.

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, sebut Tono, dibangun untuk mengenang kebulatan tekad para pemuda dan pejuang serta tokoh-tokoh bangsa ini untuk melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing, menuju negara Indonesia yang merdeka.

Sisi lain, Tono pun mengaku heran mengapa pasar malam Ramadhan 1433 H dibuat di lokasi tugu yang mempunyai nilai sejarah penting itu.

“Saya tidak melarang dibuat bazar manakala waktunya tidak berdekatan dengan 17 Agustus. Hal yang mesti dipikirkan, mestinya pemerintah setempat paham bahwa nilai Tugu Kebulatan Tekad tersebut agar lebih dihayati lagi sebagai nilai yang mengandung sejarah penting bagi bangsa ini,” sebutnya

Lantas ia menyarankan, semestinya Pemkab Karawang lebih memsperiapkan  bahwa di lokasi Tugu Kebulatan Tekad itu untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI. “Soalnya, sehari sebelum peringatan proklamasi, yakni tanggal 16 Agustusnya, banyak tamu yang datang ke lokasi tugu untuk mengenang nilai perjuangan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan,”  katanya mengingatkan.

Oleh karena itu, ia berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang segera berisiatif dan segera mengambil tindakan untuk menutup atau memindahkan pasar malam Ramadhan di kawasan Tugu Kebulatan Tekad itu ke lokasi lain. “Dengan secepatnya tugu tersebut dikosongkan dari pasar malam, tentu persiapan menyambut 16 dan 17 Agustus dapat segera dipersiapkan,” pungkasnya.| agk

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets