Filed Under:  Jabar-Banten

Disdikpora Karawang Siapkan Siswa Unggulan

30th January 2013   ·   0 Comments

Karawang | KabarPublik.com — Guna menjawab kritik masyarakat soal biaya mahal dan tidak lagi adanya pungutan kepada warga untuk perawatan fasilitas dalam rangka pelayanan pendidikan yang baik, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Karawang tahun ini, menyiapkan jurus kebijakan  operasional perawatan fasilitas sekolah.

Kadisdikpora Kabupaten Karawang  Drs. Agus Supriatman, M.Si menyebut dengan Rp93 milliar pada APBD Karawang tahun 2013 dan rencana bantuan pemerintah pusat untuk SMA (Rp60 ribu per siswa pada semester  1 dan Rp500 ribu per siswa semester-2), Pemkab Karawang akan sentuh pembangunan TK, PAUD, PKBM, Biaya Operasional Perawatan Fasilitas ( BOPF ) pendidikan dasar dan menengah, Pendidikan Normal Formal Informal ( PNFI ) berdasar lembaga, sementara untuk SD ,MI,MTS,SMA,MA  Negeri / Swasta dihitung berdasar jumlah siswa.

“Selain dianggarkan satu juta rupiah dari kas APBD Karawang, untuk ini nantinya pada semester II akan dianggarkan melalui APBD Provinsi Jabar Rp125.000,00 per siswa. Dan ini akan dilaunching bulan Februari 2013 mendatang,” kata Agus. Di kantornya, Selasa (29/1) petang.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan analisis siswa per tahun, sebut Agus, sesuai permendiknas dan aturan biaya operasional satuan pendidikan (BOSP), untuk kebutuhan siswa dianggarkan Rp1,4 juta.

Diterangkan Agus , Pemkab Karawang tahun 2013 akan membebaskan biaya operasional perawatan fasilitas. Akan tetapi, menyoal kepentingan di luar BOSP kaitan situasi yang belum teralokasi di APBD, komite sekolah dapat meminta bantuan kepada warga berdasar izin dinas.

Dengan menggandeng bank dunia melalui LSM Amerika Serikat , terang agus pula, decentralisation basic education (DBC), serta lembaga bisnis pariwisata, Kabupaten Karawang telah programkan peningkatan mutu melalui kompetensi pendidikan dan tenaga pendidikan. “Ini akan mengutamakan kelompok kerja guru SD (KKG SD) dan musyawarah guru mata pelajaran ( MGMP) SMP,SMA dan SMK yang dikemas secara sinergitas diawasi kepala sekolah, serta guru sesuai tugas pokok dan fungsinya,” urai Agus pula.

Ia menegaskan, tujuannya adalah mengutamakan mutu dan managemen melalui training sharing serta work shop berimplementasi kepada kurikulum 2013.

“Kita akan lakukan penguatan kapasitas pengelola pendidikan tingkat kabupaten dan kecamatan setara pendidikan sekolah , dimulai dengan menyempurnakan sistem pengumpulan dan pengolahan data untuk perencanaan yang sistematis, realistis, dan pragmatis. Maksudnya, sesuai kebutuhan lapangan dan pembinaan managemen serta bimbingan kegiatan untuk evaluasi kegiatan lanjutan,” papar dia .

Menjawab pertanyaan KabarPublik.com menyoal peningkatan mutu pendidikan siswa diKarawang, menurutnya, disdikora akan melakukan aksebilitas perluasan dan pemerataan pendidikan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan 12 tahun melalui pengadaan ruang kelas baru, unit sekolah baru, dan  rehabilitasi gedung sekolah menggandeng steak holder, dunia usaha dan industri . “ Kita targetkan satu perusahaan  industri menjadi  bapak angkat  untuk satu sekolah “ kiatnya.

Mengisi agenda rencana kerjanya tahun 2013,  Disdikpora Kabupaten Karawang memprogramkan 1000 siswa berbakat dan berprestasi Education Skill Question, 1000 polantas sekolah kerjasama dengan Polri, 1000 siswa untuk ikuti praktik kerja industri dalam dan luar negeri, dan 1000 siswa berprestasi melalui even organizer TV Productions.

“Melalui Komitmen,Konsisten dan Konsekuen bersama, pendidikan di Karawang akan jadi yang terbaik di Jawa Barat. Insya Allah,” pungkas Agus.  | Pri

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets