Filed Under:  Jabar-Banten

Forum Bidan Garut Diduga Jual Paksa Seragam Batik

8th March 2013   ·   0 Comments

Garut (KabarPublik) - Pengadaan seragam batik, untuk tenaga medis Bidan, yang ada di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang ada di Kabupaten Garut, mendapatkan sorotan negatif dari berbagai kalangan, dan para bidan sendiri.

Setiap bidan terpaksa membeli pakaian seragam batik, dengan harga 85 ribu, yang di sediakan oleh koordinator bidan yang ada di tingkat kecamatan.

“Kami mendapatkan bukti dari para bidan yang mengeluh adanya jual paksa pakaian seragam batik, yang dilakukan oleh koordinator bidan. Tak tanggung koordinator bidan tanpa menawarkan terlebih dahulu.” ungkap Ketua DPD LSM Forko Pusaka Garut, Roni Faisan Adam, Jum’at (8/3), pada KabarPublik.

Diakuinya, pihaknya menerima pengaduan dari para bidan yang ada di Kab. Garut. Namun saat ditanya siapa yang melakukan pengadaan seragam, tak seorang pun menyebutkan siapa yang melakukan pengadaannya. Akunya.

“Mereka, menyebutkan dalam prakteknya, koordinator bidan langsung memberikan seragam batik, dan mematok harga sebesar 85 ribu”.

Menurutnya, mestinya jika mau melakukan penjualan seragam, hendaknya tanya dahulu apakah mereka mau membeli atau tidak, jangan seperti sekarang. Ini jelas sekali sudah merupakan jual paksa. Tutur Roni.

Sementara Ketua Ikatan Bidan Indonesia, Kab. Garut, Euis Aisyah, saat di hubungi melalui Hp-Nya, mengatakan, pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan penjualan baju seragam batik, soalnya lembaganya sudah memiliki pakaian seragam khusus yang di tentukan oleh IBI pusat. Uajarnya.

Dikatakannya, dalam pengadaan seragam batik yang dijual pada setiap bidan, itu adalah pihak Forum Bidan Koordinator yang melakukan pengadaannya, yang jelas bukan pihak kami yang melakukannya. Kata Euis.

Ketua Forum Bidan Koordinator, Sudimah, AmKeb, Skm, saat dikonfirmasi KabarPublik, mengatakan, pihaknya memang benar melakukan pengadaan pakaian seragam Batik untuk setiap bidan, dengan dijual setiap seragamnya sebesar 85ribu. Ujarnya.

Diakuinya, dalam penjualannya pihak menggunakan koordinator bidan yang ada di tingkat kecamatan. Namun pihaknya juga tidak melakukan pemaksaan pada setiap bidan untuk membeli. ” Kami tidak memaksa pada mereka yang tidak mau membeli, banyak para bidan yang tidak membeli seragam ini”. Elaknya.

Menurutnya, harga 85 ribu itu, pihaknya hanya mengambil keuntungan sebesar 15 ribu, yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan lembaga Forum Bidan. Pungkasnya. | FIQ

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets