Filed Under:  Nasional

Ditantang Jokowi, Lurah Warakas Menghilang

3rd May 2013   ·   0 Comments

Jakarta (KabarPublik) – Lurah Warakas Jakarta Utara, Mulyadi seolah menghilang sejak menolak tegas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), terkait kebijakan proses seleksi lelang jabatan lurah dan camat. Sejumlah pegawai Kantor Kelurahan Warakas pun menolak memberikan penjelasan, keberadaan sang Lurah berada.

Sejak kemarin, Lurah kelahiran Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah itu sulit ditemui awak media. Mulyadi tak pernah berada di ruangannya saat dimintai konfirmasi terkait sikapnya tersebut. Salah satu pegawai mengatakan atasannya itu selalu mendapatkan panggilan dari berbagai pihak seperti Pemkot Jakarta Utara, untuk mengklarifikasi sikap mangkirnya dalam proses seleksi awal lelang jabatan.

“Pak Lurah sejak kemarin, dari pagi sudah keluar ruangan, ada jadwal di kecamatan sama di wali kota (Jakarta Utara), kurang tahu balik ke kantor jam berapa?” kata Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Warakas, Deny Sarifudin kepada wartawan, Jakarta, Jumat (3/5).

Kondisi kantor Kelurahan Warakas pun terlihat masih seperti biasanya. Beberapa warga terlihat hilir mudik mengurusi kepentingan administrasi kependudukan. Belasan awak media televisi, cetak maupun online berjaga di kantor Kelurahan, tak sedikit yang kesal karena sejak pagi hari gagal menemui Mulyadi.

“Sekarang giliran saya suruh kejar Lurah Warakas, sudah dari jam 9.00 WIB sampai sore belum ketemu juga sama lurahnya,” kesal Alfi salah satu wartawan.

Lurah Warakas sendiri terkesan bingung, fenomena yang berkembang menjadi bola liar bagi dirinya sendiri. Alasan sikapnya yang keras menentang program Jokowi, disebut karena menderita penyakit jantung kronis. Bahkan pihak Pemprov DKI sendiri menanggapi dingin semua bentuk dukungan hingga pernyataan kerasnya, mengenai proses lelang lurah dan camat DKI Jakarta. (Dh/merdeka)

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets