Filed Under:  Nasional

Guru SMK di Jaktim Keluhkan Tunjangan Sertifikasi Belum Dibayar

19th June 2013   ·   0 Comments

Jakarta (KabarPublik) – Sebagian guru swasta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Timur yang telah bersertifikasi, merasa resah. Pasalnya, haknya sebagai pendidik yang telah memiliki kompetensi sejak tahun 2012, belum juga dibayarkan. Padahal sebagian lagi dari para guru rekan mereka sudah dibayarkan bulan Mei yang lalu. Hingga Juni 2013 ini, sebagian guru bersertifikasi belum mendapatkan tunjangan sertifikasi selama lima bulan.

“Hingga Juni 2013, lima bulan tunjangan sertifikasi belum dibayar. Sementara ada rekan kami yang guru swasta juga, sudah dibayar bulan Mei yang lalu. Kog, tidak serempak?” papar seorang guru yang mengajar di salah satu SMK Swasta di Jakarta Timur, Selasa (18/6), heran.

Dikeluhkannya, tunjangan sertifikasi tahun 2013 belum dibayarkan selama lima bulan. Sementara informasi yang mereka dapatkan dari pihak Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Timur, sangat minim. Mereka mencoba mendatangi pihak Sudin tapi oleh pegawai Sudin yang biasa mengurusi hanya dikatakan, tunggu saja, tanpa merinci penyebab keterlambatan dan tidak serempaknya pembayaran.

Guru lainnya kurang mengerti kenapa hingga kini tunjangan sertifikasi itu belum dibayarkan. Sebab, pendapatan sebesar gaji pokok itu sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kami hidup pas-pasan, bila mengandalkan honor dari yayasan saja tidak cukup. Kami meminta hak yang belum dibayar itu,” kata guru lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Sudin Dikmen Jakarta Timur, Drs H Nasruddin, saat hendak dikonfirmasi, Rabu (19/06),  tidak berada ditempat. Oleh staf yang berada di lantai empat kantor walikota Jaktim itu disarankan menemui kepala seksi Tenaga Pendidik (Tendik). Namun yang bersangkutan juga tidak dapat ditemui. Saat Wartawan mengambil foto diruangan itu, beberapa pegawai wanita tampak tidak senang dan geram. “Jangan sembarang foto pak, izin dulu dong,” ujar pegawai tersebut ketus, seraya balik menjepret wartawan dengan kamera handphonenya.

Insiden kecil itupun tak berlangsung lama, hingga seorang staf Dikmen yang enggan disebut namanya, menjelaskan bila tunjangan sertifikasi untuk guru swasta memang dibayarkan bertahap dan sebagian lagi belum bisa dibayar dikarenakan masih kekurangan data pendukung. “Baru 60 persen yang dibayar, 40 persen lagi menyusul pak. Itu juga jika datanya sudah lengkap,” jelasnya.

Menurutnya pihak Sudin Dikmen juga akan menginformasikan kepada sekolah atau guru yang bersangkutan, apabila datanya belum lengkap. | ric

Readers Comments (0)


Comments are closed.

Click here to add Widgets